Hallo!
waah, sudah lama sekali sejak post terakhir dari blog Dwaya Manikam yaaa.
pertama saya akan memperkenalkan diri dahulu.
*ehm*
Assalamu'alaikum..
Saya Rizky Noorrahmi tapi panggil saja Ririz, Volunteer baru di Dwaya Manikam terhitung sejak Januari 2015. saya menjadi volunteer di sini karena kebetulan saya adalah mahasiswa dari pemilik Dwaya Manikam; Fajar Ciptandi
nah, di post kali ini saya mau bercerita sedikit tentang kegiatan volunteer lainnya di Dwaya Manikam. untuk kali ini saya akan bercerita dari kegiatannya volunteer Lutfia Dwi Noer Intan yang juga masih satu Fakultas dengan saya.
Lutfia di Dwaya Manikam menjadi salah satu pengajar di PAUD Anggrek Merah, Gang Proklamasi, Jalan Asep Berlian, Cicadas, Bandung. Lutfia mengajar atau lebih tepatnya bermain bersama adik-adik paud ini satu minggu sekali saja karena masih sibuk kuliah.
Jumat, 08 Mei 2015
Jumat, 09 Agustus 2013
Workshop Fabric Accsessories #1 Bersama Tobucil
Sabtu, 20 Juli 2013 mulai dari pukul 10.00 sampai 12.00, bertempat di Tobucil, jalan Aceh no. 56 Bandung lalu Dwaya Manikam menyelenggarakan workshop Fabric Accsessories untuk pertama kalinya. Pada workshop ini teman2 diajak untuk membuat aksesoris berupa kalung. Mereka dikasih bahan perca batiknya dan diajarkan step2 langkah membuatnya. Selain itu mereka bebas berekplorasi menggunakan berbagai macam beads yang kami siapkan. Dan alhasil mereka bisa membuat kalung kreasinya sendiri!
Oiya, rencananya workshop selanjutnya akan dibuat secara rutin dan reguler. Peserta akan diajak untuk mengikuti proses dari mulai tahap paling basic hingga ke tahap pembentukan aksesoris. So, ayo bergabung dengan workshop kami dengan cara mengontak tobucil tentang teknis pendaftarannya. Kami tunggu ya!!!
Oiya, rencananya workshop selanjutnya akan dibuat secara rutin dan reguler. Peserta akan diajak untuk mengikuti proses dari mulai tahap paling basic hingga ke tahap pembentukan aksesoris. So, ayo bergabung dengan workshop kami dengan cara mengontak tobucil tentang teknis pendaftarannya. Kami tunggu ya!!!
Penghargaan untuk Teman Ibu Terbaik
Sebagai salah satu cara mengapresiasi upaya dan hasil kerja para teman2s ibu, sekaligus untuk memotivasi semangat mereka, maka kami memberikan satu reward untuk peserta pelatihan terbaik.
Kriteria penilaiannya adalah: peserta yang paling disiplin, berkomitmen besar, rajin, dan paling cepat belajar. Dan akhirnya, dinobatkanlah ibu Nia sebagai peserta terbaik untuk pelatihan selama bulan Juli. Semoga ini akan memacu teman2s ibu yang lain untuk berusaha lebih baik :)
Kriteria penilaiannya adalah: peserta yang paling disiplin, berkomitmen besar, rajin, dan paling cepat belajar. Dan akhirnya, dinobatkanlah ibu Nia sebagai peserta terbaik untuk pelatihan selama bulan Juli. Semoga ini akan memacu teman2s ibu yang lain untuk berusaha lebih baik :)
Pembekalan Keterampilan Teman2s Ibu Dayeuh Kolot untuk Quilting Project
Terhitung sejak Hari Rabu di minggu pertama bulan Juli 2013 lalu, Dwaya Manikam bersama dengan ibu Pingkan dan teman2s dari BEM IT Telkom telah memulai memberikan pembekalan keterampilan pada teman2s ibu di Dayeuh Kolot, Bandung. Pembekalan keterampilan yang mereka terima lebih diarahkan untuk kebutuhan industri yang dimiliki ibu Pingkan yang diberi label Favorite Pieces, yang memproduksi produk2 quilting. Mereka diajarkan terlebih dahulu teknik dasar merajut, membuat jahitan peston, membentuk pola heksagon, hingga menggabungkan berbagai pola heksagon menjadi lembaran kain. Mereka telah diarahkan untuk bekerja dalam kelompok kecil untuk melatih bekerja dalam koordinasi.
Pembekalan keterampilan ini berjalan lancar. Setelah terus didampingi dan diarahkan serta dikomentari setiap detail kerjaannya, akhirnya para teman2s ibu ini mampu terbangun komitmennya dan belajar dengan cepat. Pembekalan selama 3 kali pun dirasa sudah cukup untuk mereka memulai project ini.
Semangat teman2s ibu!!!
Pembekalan keterampilan ini berjalan lancar. Setelah terus didampingi dan diarahkan serta dikomentari setiap detail kerjaannya, akhirnya para teman2s ibu ini mampu terbangun komitmennya dan belajar dengan cepat. Pembekalan selama 3 kali pun dirasa sudah cukup untuk mereka memulai project ini.
Semangat teman2s ibu!!!
Publikasi Rekruitmen Teman2 Baru Dwaya Manikam "Start Empathy"
Hayyy, yes you guys!!!
Kali ini Dwaya Manikam membuka kesempatan buat kamu2 yang tertarik untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan sosial yang bermanfaat, bukan hanya bikin kamu aktif dalam kegiatan berkomunitas dan berorganisasi saja, tapi juga memberikan dampak kemanfaatan sosial bagi masyarakat.
Ayo tunggu apa lagi?! Untuk lebih jelas seperti apa cara bergabungnya, silakan cek poster di bawah ini :)
Kali ini Dwaya Manikam membuka kesempatan buat kamu2 yang tertarik untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan sosial yang bermanfaat, bukan hanya bikin kamu aktif dalam kegiatan berkomunitas dan berorganisasi saja, tapi juga memberikan dampak kemanfaatan sosial bagi masyarakat.
Ayo tunggu apa lagi?! Untuk lebih jelas seperti apa cara bergabungnya, silakan cek poster di bawah ini :)
Teman2s Inisiator Dwaya Manikam "Start Empathy" : Citra Puspitasari
Ini dia sosok-sosok inisiator yang menjalankan program Dwaya Manikam "Start Empathy". Yuk kita kenalan satu persatu :)
CITRA PUSPITASARI
Citra biasa dipanggil Cipus. Dia adalah sosok yang paling istikomah diantara teman2 inisiator Dwaya Manikam yang lain. Cewek satu ini punya keterampilan di atas rata-rata dalam hal rajut merajut serta renda merenda. Bahkan ilmu rajut dan merendanya ini telah dia tularkan pada sebagian murid2 SMK.
CITRA PUSPITASARI
Citra biasa dipanggil Cipus. Dia adalah sosok yang paling istikomah diantara teman2 inisiator Dwaya Manikam yang lain. Cewek satu ini punya keterampilan di atas rata-rata dalam hal rajut merajut serta renda merenda. Bahkan ilmu rajut dan merendanya ini telah dia tularkan pada sebagian murid2 SMK.
Teman2s Inisiator Dwaya Manikam "Start Empathy" : Trisa Melati
Ini dia sosok-sosok inisiator yang menjalankan program Dwaya Manikam "Start Empathy". Yuk kita kenalan satu persatu :)
TRISA MELATI
Trisa adalah sosok anak muda yang sangat mencintai budaya nusantara. Terbukti dia sempat terpilih sebagai Duta Batik Jawa Barat. Gak cuman itu, trisa juga punya jiwa sosial yang besar dengan mendedikasikan diri selama satu tahun sebagai pengajar muda di Indonesia Mengajar. Dan kali ini trisa berkomitmen ingin membagikan sedikit yang dia miliki agar dapat memberi dampak kemanfaatan bagi masyarakat melalui program Dwaya Manikam "Start Empathy".
TRISA MELATI
Trisa adalah sosok anak muda yang sangat mencintai budaya nusantara. Terbukti dia sempat terpilih sebagai Duta Batik Jawa Barat. Gak cuman itu, trisa juga punya jiwa sosial yang besar dengan mendedikasikan diri selama satu tahun sebagai pengajar muda di Indonesia Mengajar. Dan kali ini trisa berkomitmen ingin membagikan sedikit yang dia miliki agar dapat memberi dampak kemanfaatan bagi masyarakat melalui program Dwaya Manikam "Start Empathy".
Teman2s Inisiator Dwaya Manikam "Start Empathy" : Nadia Yuranie
Ini dia sosok-sosok inisiator yang menjalankan program Dwaya Manikam "Start Empathy". Yuk kita kenalan satu persatu :)
NADIA YURANIE
Nadia Yuranie puna nama panggilan Nay. Dia punya kreatifitas yang tinggi dalam hal mengeksplorasi material tekstil menjadi berbagai aksesoris keren. Selama ini Nay lah yang mendesain produk2 aksesoris Dwaya Manikam. Dan kali ini dialah yang bertanggung jawab terhadap pembuatan prototype aksesoris dwaya manikam untuk line custom :)
NADIA YURANIE
Nadia Yuranie puna nama panggilan Nay. Dia punya kreatifitas yang tinggi dalam hal mengeksplorasi material tekstil menjadi berbagai aksesoris keren. Selama ini Nay lah yang mendesain produk2 aksesoris Dwaya Manikam. Dan kali ini dialah yang bertanggung jawab terhadap pembuatan prototype aksesoris dwaya manikam untuk line custom :)
Teman2 Inisiator Dwaya Manikam "Start Empathy" : Yosephin Sri
Ini dia sosok-sosok inisiator yang menjalankan program Dwaya Manikam "Start Empathy". Yuk kita kenalan satu persatu :)
YOSEPHIN SRI
Cewek yang biasa dipanggil epin ini punya keterampilan dalam hal drawing di atas rata-rata. Selain itu epin juga sosok yang aktif dalam kegiatan2 eksplorasi potensi SDM dan SDA lokal, seperti terjun langsung ke komunitas masyarakat suku Dayak Basap untuk mengeksplor potensi masyarakat disana sekaligus memaksimalkan potensi zat pewarna alami dari kayu ulin untuk membuat produk batik dengan mengambil ragam hias khas suku Dayak Basap tersebut.
YOSEPHIN SRI
Cewek yang biasa dipanggil epin ini punya keterampilan dalam hal drawing di atas rata-rata. Selain itu epin juga sosok yang aktif dalam kegiatan2 eksplorasi potensi SDM dan SDA lokal, seperti terjun langsung ke komunitas masyarakat suku Dayak Basap untuk mengeksplor potensi masyarakat disana sekaligus memaksimalkan potensi zat pewarna alami dari kayu ulin untuk membuat produk batik dengan mengambil ragam hias khas suku Dayak Basap tersebut.
Teman2s Inisiator Dwaya Manikam "Start Empathy" : Fajar Ciptandi
Ini dia sosok-sosok inisiator yang menjalankan program Dwaya Manikam "Start Empathy". Yuk kita kenalan satu persatu :)
FAJAR CIPTANDI
Cowok 26 tahun ini adalah inisiator yang pertama kali banget munculin ide tentang program sosial ini. Sosok yang selalu konsisten dengan ranah ekspertisnya yaitu di bidang desain tekstil, eksperimen tren material tekstil dan batik ini pun merupakan salah satu Young Changemaker Ashoka 2012. Selain sebagai seorang dosen, fajar selalu membagi aktifitasnya dalam menjalankan berbagai aktifitas pemberdayaan sosial :)
FAJAR CIPTANDI
Cowok 26 tahun ini adalah inisiator yang pertama kali banget munculin ide tentang program sosial ini. Sosok yang selalu konsisten dengan ranah ekspertisnya yaitu di bidang desain tekstil, eksperimen tren material tekstil dan batik ini pun merupakan salah satu Young Changemaker Ashoka 2012. Selain sebagai seorang dosen, fajar selalu membagi aktifitasnya dalam menjalankan berbagai aktifitas pemberdayaan sosial :)
Jumat, 07 Juni 2013
Fajar Ciptandi, Dwaya manikam, dan Marketeers Youth Startup Icon 2013
Luar
biasa animo kontestan Marketeers Youth Startup Icon 2013 di kota Bandung. Dari
430 pendaftar, 30 kontestan diundang untuk audisi terbuka yang digelar di Pasar
Cisangkuy, Rabu (29/5/2013). Kontes yang diselenggarakan dalam rangka
Marketeers Festival 2013 ini diadakan untuk mencari perwakilan wirausahawan
muda pemula dari Kota Bandung untuk ikut kontes nasional Desember nanti.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Waizly Darwin (Chief Operations, Marketeers) selaku Project Director dari kontes Youth Startup Icon 2013, kontes ini diadakan untuk mencari startup yang proven, bukan sekadar menyajikan konsep bisnis.
“Peserta ini dibawah 30 tahun, mereka wirausahawan pemula yang baru lewat 1 tahun dan dibawah 3 tahun berbisnis. Ini umur-umur yang labil. Jangan sampai kita pilih, nanti malah milih jadi karyawan,” jelas Waizly.
Ada tiga kriteria yang diusung dalam memilih startup icon ini yaitu Knowledge, Skills, and Attitude. “Bukan omset terbesar yang dicari, tapi siapa yang bisa membuat usahanya scalable, dan proven dalam waktu singkat di bawah tiga tahun. Untuk itu ada tiga yang harus dipunyai seorang startup entrepreneur, yaitu business knowledge, marketing skills, dan entrepreneur’s attitude. Yang kami cari dari tiap kota adalah yang kurang dari 3 tahun sudah proven dari sisi ketiga karakteristik itu,” tegas Waizly.
Pemilihan Bandung Youth Startup Icon 2013 kemarin menghadirkan empat juri antara lain Ferry Hasan (owner Bebek Udig), Stephanie Hermawan (Women Entrepreneur Award 2012 dari Ernst & Young), Jaya Setiabudi (founder Young Entrepreneurs Academy), dan Waizly Darwin.
Pilihan dan keputusan tim juri sendiri jatuh pada Bob Merdeka selaku owner dari CV Maicih, sebagaimana yang diumumkan di saat sesi pembuka Bandung Marketeers Festival 2013 di Hotel Hilton Bandung.
Dwaya Manikam yang diwakili oleh ownernya, Fajar Ciptandi pun menjadi dalah satu Semifinalis yang mempresentasikan konsep bisnisnya di hadapan para juri. Dari banyak yang disampaikan Fajar mengenai konsep Dwaya Manikam, sangat disayangkan sekali karena hampir tidak ada kesempatan baginya untuk menceritakan mengenai konsep CSR yang tengah dijalankannya yaitu: Dwaya Manikam "Start Empathy". Hampir seluruh pertanyaan yang diajukan berputar di persoalan operasional dan omzet. Namun bagaimanapun event ini telah menjadi salah satu media baik untuk terus mempromosikan mengenai Dwaya Manikam kepada lebih banyak orang :D
Sebagaimana yang dikatakan oleh Waizly Darwin (Chief Operations, Marketeers) selaku Project Director dari kontes Youth Startup Icon 2013, kontes ini diadakan untuk mencari startup yang proven, bukan sekadar menyajikan konsep bisnis.
“Peserta ini dibawah 30 tahun, mereka wirausahawan pemula yang baru lewat 1 tahun dan dibawah 3 tahun berbisnis. Ini umur-umur yang labil. Jangan sampai kita pilih, nanti malah milih jadi karyawan,” jelas Waizly.
Ada tiga kriteria yang diusung dalam memilih startup icon ini yaitu Knowledge, Skills, and Attitude. “Bukan omset terbesar yang dicari, tapi siapa yang bisa membuat usahanya scalable, dan proven dalam waktu singkat di bawah tiga tahun. Untuk itu ada tiga yang harus dipunyai seorang startup entrepreneur, yaitu business knowledge, marketing skills, dan entrepreneur’s attitude. Yang kami cari dari tiap kota adalah yang kurang dari 3 tahun sudah proven dari sisi ketiga karakteristik itu,” tegas Waizly.
Pemilihan Bandung Youth Startup Icon 2013 kemarin menghadirkan empat juri antara lain Ferry Hasan (owner Bebek Udig), Stephanie Hermawan (Women Entrepreneur Award 2012 dari Ernst & Young), Jaya Setiabudi (founder Young Entrepreneurs Academy), dan Waizly Darwin.
Pilihan dan keputusan tim juri sendiri jatuh pada Bob Merdeka selaku owner dari CV Maicih, sebagaimana yang diumumkan di saat sesi pembuka Bandung Marketeers Festival 2013 di Hotel Hilton Bandung.
Dwaya Manikam yang diwakili oleh ownernya, Fajar Ciptandi pun menjadi dalah satu Semifinalis yang mempresentasikan konsep bisnisnya di hadapan para juri. Dari banyak yang disampaikan Fajar mengenai konsep Dwaya Manikam, sangat disayangkan sekali karena hampir tidak ada kesempatan baginya untuk menceritakan mengenai konsep CSR yang tengah dijalankannya yaitu: Dwaya Manikam "Start Empathy". Hampir seluruh pertanyaan yang diajukan berputar di persoalan operasional dan omzet. Namun bagaimanapun event ini telah menjadi salah satu media baik untuk terus mempromosikan mengenai Dwaya Manikam kepada lebih banyak orang :D
Partisipasi Dwaya Manikam pada Event Craftydays #7 Bersama Tobucil
Akhirnya berakhir sudah event Craftydays #7 yang berlangsung pada tanggal 11 sampai 12 Mei di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung. Acaranya berlangsung seru dan animo pengunjung sekaligus peserta bazaarnya bener-bener luar biasa. Ada sekitar 40 stand peserta bazaar kali ini, dan dikunjungi oleh ratusan pengunjung di setiap harinya. Event ini memang diperuntukan bagi para crafter sebagai wadah bagi mereka untuk berkreasi dan diapresiasi oleh masyarakat. Baik para crafter dan pengunjung membaur dan menjalin interaksi yang hangat :)
Dwaya Manikam pun ikut serta untuk event Craftydays kali ini sebagai salah satu peserta bazaar sekaligus memberikan sesi workshop fabric accessories. Respon para peserta workshop sangat hebat, mereka bersemangat menyelesaikan akseorisnya dibantu oleh ibu tati dan ibu yayah yang merupakan salah satu ibu Cicadas.
Terimakasih untuk tobucil dan seluruh panitia yang telah merealisasikan event ini dan melibatkan kami di dalamnya, serta para peserta workshop dan pengunjung stand yang telah mengapresiasi produk-produk kami. Sungguh kami benar-benar merasa senang dan terkesan dengan dua hari yang luar biasa ini!
Dwaya Manikam pun ikut serta untuk event Craftydays kali ini sebagai salah satu peserta bazaar sekaligus memberikan sesi workshop fabric accessories. Respon para peserta workshop sangat hebat, mereka bersemangat menyelesaikan akseorisnya dibantu oleh ibu tati dan ibu yayah yang merupakan salah satu ibu Cicadas.
Terimakasih untuk tobucil dan seluruh panitia yang telah merealisasikan event ini dan melibatkan kami di dalamnya, serta para peserta workshop dan pengunjung stand yang telah mengapresiasi produk-produk kami. Sungguh kami benar-benar merasa senang dan terkesan dengan dua hari yang luar biasa ini!
Selasa, 07 Mei 2013
Produk Dwaya Manikam Digunakan oleh Teman2s YCM Ashoka :D
Teman-teman YCM Ashoka 2012-2013 (Kyana, Rara, dan Jennifer) menggunakan produk dress dan aksesoris Dwaya Manikam. Mereka menjadi model dadakan untuk memperagakan produk dwaya manikam ini pada acara inagurasi, orientasi dan penghargaan YCM Ashoka 2012-2013 di Jakarta pada tanggal 5 Mei 2013 lalu.
Crafty Days#7 Bersama Tobucil
CRAFTY DAYS#7!!!
Temukan booth bazar Dwaya Manikam, sekaligus ikuti workshop fabric accsessories dengan instruktur teman2s ibu Cicadas langsung!
Untuk informasi lebih lanjut bisa klik disini: http://www.craftydays.tobucil.net
Untuk informasi lebih lanjut bisa klik disini: http://www.craftydays.tobucil.net
Memberi Pelatihan Proses Produksi Desain Batik IKM/UKM Semarang
Semarang, 06 - 08 Mei 2013. Lagi, Fajar Ciptandi membagi sedikit pengetahuan yang dimilikinya tentang batik melalui pelatihan proses produksi desain batik untuk para pelaku IKM/UKM Batik di Profinsi Jawa Tengah, yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah.
Pada Pelatihan ini Fajar mencoba memberikan pemahaman pada para pengrajin batik tentang bagaimana membuat perancangan sebuah desain mulai dari tahap konsep, sketsa desain on paper, pembuatan desain plat kuningan batik, hingga pengaplikasian motif pada permukaan kain melalui proses tracing.
Semoga melalui program ini eksistensi batik semarang dapat meningkat, serta terjadi hubungan yang bersinergis antara pengusaha batik, pengrajin, pemerintah setempat, serta kalangan akademisi.
Pada Pelatihan ini Fajar mencoba memberikan pemahaman pada para pengrajin batik tentang bagaimana membuat perancangan sebuah desain mulai dari tahap konsep, sketsa desain on paper, pembuatan desain plat kuningan batik, hingga pengaplikasian motif pada permukaan kain melalui proses tracing.
Semoga melalui program ini eksistensi batik semarang dapat meningkat, serta terjadi hubungan yang bersinergis antara pengusaha batik, pengrajin, pemerintah setempat, serta kalangan akademisi.
Keychain Dwaya Manikam
Kali ini ada yang baru dari Dwaya Manikam. Kami membuat produk berupa gantungan kunci dari pemanfaatan bahan perca batik. Yeaaaay,,,miliki satu produk ini sebagai salah satu cara turut mendukung keberlangsungan program Dwaya Manikam "Start Empathy" :D
Inagurasi, Orientasi, dan Penganugerahan Ashoka Young Changemaker 2012-2013
Jakarta, 4-5 Mei 2013. Pekan
ini menjadi pekan pembelajaran luar biasa. Bertemu dengan 25 teman2s
YCM Ashoka yang telah menularkan inspirasi, semangat dan motivasi yang
gak habis2nya. Seperti menampar atas apa yang selama ini sudah aku buat,
merasa tenang dan san...tai atas kegelisahan yang melatarbelakangi
kenapa program dwaya manikam 'start empathy' ini lahir. Harusnya kemarin
bisa lebih militan dan konsisten sehingga gak perlu menunggu beberapa
tahun lagi cicadas jadi kampung urban kreatif. Takjub luar biasa dengan
anak 14 tahun yg sudah bisa menciptakan minuman berkhasiat pengganti soda
dengan rasa soda. Kagum dengan teman2 lain di usanya 23 tahun mampu mengajak
puluhan bahkan ratusan volunteer melalui program volunteer dokternya.
Terperangah saat mahasiswa semester 6 ini bergiat meningkatkan literasi
membaca anak indonesia melalu program perpustakaan kelilingnya. Gak
kalah luar biasa, ada yg memberdayakan ibu2 mantan penderita kusta, dan
juga tuna rungu untuk membuat produk kerajinan. Yang hebat lainnya ada
yg memberdayakan potensi beras organik untuk meningkatkan kualitas
ekonomi petani banyuwangi. Dan yang ini juga keren, dia memberikan
edukasi kesehatan reproduksi generasi muda di kawasan prostitusi doli.
Ingin terus berada di sekitar orang2 seperti ini supaya terus terjaga dan terbakar semangatnya untuk maju dan tetap maju merealisasikan cicadas menjadi kampung urban kreatif. Gak khawatir sedikitpun, bahwa masa depan indonesia pasti baik karena ada orang2 hebat seperti kalian.
Ingin terus berada di sekitar orang2 seperti ini supaya terus terjaga dan terbakar semangatnya untuk maju dan tetap maju merealisasikan cicadas menjadi kampung urban kreatif. Gak khawatir sedikitpun, bahwa masa depan indonesia pasti baik karena ada orang2 hebat seperti kalian.
Merajut Benang Kenaf
Kali ini teman2s ibu di Cicadas diberikan kembali keterampilan baru merajut. Setelah sebelumnya mereka belajar merajut dengan benang wool, maka selanjutnya mereka diberikan tantangan untuk merajut benang kenaf yang strukturnya lebih kasar, rapuh, dan berbulu. Dan ternyata dengan cepat mereka belajar, mereka bisa melakukannya!
Pengembangan serat kenaf ini sebenarnya adalah objek penelitian yang sedang dilaukan oleh Fajar Ciptandi, selaku founder dari dwaya manikam. Tapi sudah dipikirkan oleh Fajar bahwa ini akan dijadikan program dwaya manikam "start empathy" selanjutnya dalam memberdayakan masyarakat di kawasan Cicadas sekaligus mengoptimalisasikan potensi bahan baku serat alam. Ini pasti bakal keren :D
Pengembangan serat kenaf ini sebenarnya adalah objek penelitian yang sedang dilaukan oleh Fajar Ciptandi, selaku founder dari dwaya manikam. Tapi sudah dipikirkan oleh Fajar bahwa ini akan dijadikan program dwaya manikam "start empathy" selanjutnya dalam memberdayakan masyarakat di kawasan Cicadas sekaligus mengoptimalisasikan potensi bahan baku serat alam. Ini pasti bakal keren :D
Langganan:
Postingan (Atom)

























